
YOGYAKARTA – SMAN 1 Singgahan, Tuban, sukses menyelenggarakan agenda tahunan kunjungan edukasi (outing class) ke Daerah Istimewa Yogyakarta pada 14-16 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 181 siswa serta didampingi oleh 12 guru pendamping guna memperluas wawasan keilmuan dan kearifan lokal siswa di luar lingkungan sekolah.
Mengenal Dunia Kampus di UPN “Veteran” Yogyakarta
Destinasi pertama diawali dengan kunjungan ke Kampus UPN “Veteran” Yogyakarta. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh pihak universitas. Di sini, para siswa mendapatkan gambaran mengenai profil program studi, jalur masuk perguruan tinggi, hingga fasilitas penunjang akademik. Kunjungan ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus nanti.

Menyelami Budayadi Keraton Yogyakarta
Perjalanan berlanjut ke jantung kebudayaan Jawa, yakni Keraton Yogyakarta. Para siswa tampak antusias mengamati arsitektur bangunan yang penuh filosofi serta koleksi benda bersejarah milik kesultanan. Melalui kunjungan ini, siswa belajar secara langsung mengenai tata krama, sejarah kerajaan, dan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.



Edukasi Mitigasi di Museum Gunung Merapi
Sisi edukasi sains diperdalam melalui kunjungan ke Museum Gunung Merapi (MGM). Di museum ini, para siswa disuguhkan informasi komprehensif mengenai aktivitas vulkanik Gunung Merapi, termasuk simulasi letusan dan sisa-sisa barang berharga milik warga yang terdampak erupsi. Hal ini menjadi sarana penting bagi siswa untuk memahami mitigasi bencana alam.



Adrenalin dan Pengalaman Lapangan di Lava Tour Merapi
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti Lava Tour Merapi. Dengan mengendarai jeep, 181 siswa menyusuri medan ekstrem bekas aliran lahar dingin. Mereka melihat langsung museum mini Sisa Hartaku, Batu Alien, serta “Rumah Miniatur” yang menjadi saksi bisu kedahsyajtan erupsi Merapi



Akomodasi dan Kenyamanan
Selama berada di Kota Pelajar, seluruh peserta menginap di Hotel Grand Orchid Yogyakarta. Pemilihan lokasi menginap yang strategis ini memastikan para siswa dapat beristirahat dengan nyaman sehingga tetap bugar dalam mengikuti seluruh rangkaian jadwal kegiatan yang padat namun edukatif.
Penutup:Catatan
Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan laboratorium alam dan budaya bagi siswa SMAN 1 Singgahan. Diharapkan, pengalaman lapangan ini dapat memperluas cakrawala berpikir dan mempererat kebersamaan antar siswa.
Oleh :Bapak Siswanto (Guru BK)